Sabtu, 03 Desember 2011

Madu Minuman Segala Peradaban


Al Quran adalah petunjuk umat Islam dan pedoman hidup yang abadi sampai hari akhir, karena Al Quran adalah pedoman dan petunjuknya maka sebagai umat muslim harus senantiasa membaca, difahami dan diamalkannya sebagaimana baginda Rasulullah mengamalkannya. Dalam hal madu, Allah berfirman, ”Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”.
Sejarah madu sama dengan sejarah umat manusia. Pengetahuan akan madu sudah diketahui sejak lama, bahkan ada mayat seorang anak yang mampu bertahan sekitar 4.500 tahun tanpa busuk dan rusak karena penggunaan madu.
Tabib Yunani kuno Hipocrates pernah berkata, ”Hendaklah makananmu adalah obat bagimu, obatilah orang yang sakit dengan tanaman yang tumbuh di negerinya karena tanaman itu mujarab untuk menyembuhkan penyakit”.
Rasulullah minum madu, para sahabat, dokter-dokter minum madu, para ulama minum madu dan kitapun harus minum madu.
Minuman madu sudah menjadi tradisi orang sholeh dan tradisi orang yang beriman kepada Allah karena madu minuman yang sudah direkomendasikan Al Qur’an dan As Sunnah. Untuk itu manfaat madu harus senantiasa disyiarkan kepada umat Islam karena madu adalah minuman terbaik dari segala minuman di dunia ini, bahkan Al Quran menyebutnya sebagai ”penyembuh segala penyakit”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar