Senin, 21 Mei 2012

Tubuh Membutuhkan Madu


Madu mengisi kekosongan yang dalam tubuh dikarenakan kurang baiknya makanan sehari-hari. Orang yang tahu akan nilai madu akan mengkonsumsinya secara rutin daripada mereka yang tidak memahami, karena madu merupakan sumber yang kaya akan potasium. Potasium mampu menarik cairan inti pada bakteri sehingga bakteri itu mati.
Tubuh juga memerlukan mineral yang mesti dipenuhi untuk menjaga kesehatan. Marilah kita lihat mineral apa saja yang terkandung dalam madu. Hal ini penting karena sebagian besar diantara kita baru menyadari bahwa diet standar masih menjumpai kelangkaan mineral. Kita sudah terbiasa dengan makanan yang telah hilang mineral alaminya karena pemrosesan dan karenanya terjadi devitalisasi. Kita perlu tahu mineral apa yang dibutuhkan dan bagaimana mineral tersebut bisa direstorisasikan. Pada madu juga terkandung zat mineral (kapur, fosfor, magnesium, dan besi) yang sangat bermanfaat buat manusia.
Selain mineral, Zat besi, tembaga, silicon, khlor, kalsium, potassium, sodium, fosfor, alumunium, dan magnesium semuanya ada dalam madu. Seluruhnya diperoleh dari tanah dimana bunga tumbuh, dan melalui batang tanaman diangkut ke sari bunga yang merupakan cairan dasar yang kemudian disedot oleh lebah untuk dibuat madu. Oleh karenanya kadar mineral madu tidak selalu sama tergantung pada sumber sumber mineral dari tanah dimana evolusinya mulai.
Profesor H.A Schuette dari Departemen Kimia Universitas Wisconsin, mengemukakan mineral yang terkandung dalam madu adalah sebagai berikut:
Madu yang berwarna gelap mengandung tembaga, besi dan mangan yang lebih besar jumlahnya dari pada madu yang berwarna cerah.
Dari segi gizi, zat besi penting karena ada hubungannya dengan pewarna darah atau hemoglobin, hemoglobin tak akan mampu melaksanakan tugasnya untuk mengikat oksigen tampa bantuan dari madu sebagai zat besi.
Tembaga nampaknya membuka kekuatan terapeutik dari zat besi dalam menyimpan isi haemoglobin darah penderita anemia.
Perlunya mangan dalam diet, beberapa pendapat mengatakan bahwa zat ini fungsinya serupa dengan tembaga atau sebagai suplemen tembaga, membantu pembentukan haemoglobin dalam darah. Zat besi cukup membantu pembentukan haemoglobin.
Madu merupakan sumber vitamin Karena madu merupakan hasil karya alam, madu. Serbuk sari banyak mengandung vitamin C yang cukup tinggi dari berbagai sayuran atau buah buahan.
Salah satu fakta terpenting adalah madu merupakan media yang baik bagi berbagai macam vitamin. Hal ini tidak sama dengan buah-buahan dan sayuran, misalnya spinasi (bayam) akan kehilangan 50 persen kadar Vitamin C nya dalam waktu 24 jam dari mulai dipetik. Buah buahan kehilangan vit C nya sampai pada tingkatan tertentu selama penyimpanan.
Madu rendah dalam thiamine, tetapi cukup baik kadar riboflafin. Dan asam nikotinatnya jangan dikesampingkan, madu mengandung seluruh vitamin yang oleh para ahli gizi perlu untuk kesehatan.
Madu mudah di cerna dalam tubuh sementara gula tebu dan pemanis lainnya mesti melewati proses intervensi dalam saluran pencernaan melalui bantuan sejenis enzyme agar bisa berubah menjadi gula sederhana, tetapi madu tidaklah demikian karena madu telah di cerna oleh lebah lebih dahulu, yaitu dengan kelenjar ludahnya, yang mengubah gula dalam sari bunga menjadi gula sederhana levulosa dan dextrose, sehingga pencernaan manusia tak perlu mendapat kerja tambahan. Jadi pra proses pencernaan yang dilakukan oleh para lebah ini meringankan kerja saluran pencernaan manusia. Ini penting sekali bagi orang yang pencernaannya lemah.
Madu merupakan sumber energi dan bahan yang diubah menjadi lemak dan glikogen.Lebah madu memperoleh sebagian energi dari karbohidrat dalam bentuk gula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar